Bible of the Day

Ulti Clocks content
Membangun Iman,Menjalankan Pelayanan PDF Print E-mail
Written by GKICOYUDAN   
Sunday, 21 February 2010 01:17

Peristiwa pencobaan Tuhan Yesus di padang gurun selama 40 hari sebenarnya selain mengingatkan kita terhadap pencobaab yang dialami oleh manusia pertama dalam Kejadian 3,juga mengingatkan kita akan pencobaan umat Israel selam mereka di padang gurun selama 40 tahun.Namun satu hal yang jelas adalah bahwa manusia pertama yaitu Adam dan Hawa serta umat Israel gagal dalam menghadapi pencobaan di padang gurun.Sikap adam dan Hawa memperlihatkan sikap pemberontakkan untuk menjadi seperti Allah,dan umat Israel memberontak kepada Allah dengan sikap yang bersungut-sungut serta berpaling kepada ilah-ilah lain.Selaku anak-anak Allah,mereka tidak menyikapi setiap pencobaan yang terjadi dengan sikap iman yang bersyukur,tetapi mereka mencoba untuk mencari kemuliaan dan kebenaran dirinya sendiri.Tetapi tidaklah demikian dengan sikap Tuhan Yesus.Walaupun Dia adalh Anak Allah,Tuhan Yesus tidak menggunakan hakNya untuk bebas dari setiap cobaab dan jeratan iblis.Tetapi Tuhan Yesus melawan iblis dengan sikap ketaatan dan kesetiaanNya kepada firman Allah.Itu sebabnya dalam pencobaabNya Tuhan Yesus tidak pernah tergoda untuk menggunakan kekuasaan,wewenang,dan pengaruhNya selaku Anak allah untuk kepentingan diri-Nya sendiri.KuasaNya sebagai Anak Allah hanya digunakan untuk kesejahteraan dan keselamatan umat manusia Tuhan Yesus juga tetapmawas diri dan tidak tergoda utuk mengkompromikan antara kebenaran dengan kejahatan.Tujuannya yang mulia tidak mau Dia capai dengan menyembah Iblis.akhirnya Tuhan Yesus juga tidak mengikut kehendak iblis untuk mencari popularitas diri dengan menggunakan Bait allah.Bahkan Tuhan Yesus menolak untuk melakukan demonstrasi kuasa mujizat dengan cara turun dari bubungan Bait Allah.Bagi Tuhan Yesus,tidaklah cukup sekedar membangun iman dengan pembenaran diri berdasarkan ayat-ayat Kitab Suci.Sebab tanpa dibangun oleh hati yang tulus,maka segala tindakan kita yang tampak suci justru dilakukan untuk mencobai Allah.Itu sebabnya iman tidak dapat dibangun dengan perkataan saja,tetapi juga dengan hati.Di Roma 10:9,Rasul Paulus berkata :'Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu,bahwa Yesus adalah Tuhan,dan percaya dalam hatimu,bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,maka kamu akan diselamatkan".Spiritualitas iman yang demikian akan memampukan kita untuk menjalankan tugas kewajiban dengan benar dihadapan Allah.Kualitas jati diri kita terlihat saat kita tidak memiliki apa-apa seperti kondisi miskin dan lapar.Tetapi juga akan terlihat saat kita memiliki apa-apa seperti kuasa,wewenang dan pengaruh.Namun apakah kita tetap mampu bersyukur saat tidak memiliki apa-apa,dan pada sisilain sikap mawas diri saat memiliki kekuasaan atau wewenang walau hanya sedikit saja,itu yang pertama.Kedua,apakah kita menolak untuk mengkompromikan suatu tujuan yang tampak mulia dengan cara mengingkari iman atau tindakan menyembah iblis.

 

Last Updated on Tuesday, 23 February 2010 02:21
 
GKI COYUDAN SOLO