APA SIH YANG SEBENARNYA KITA CARI

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  

Bacaan: Galatia 1:10 (TB), "Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus."

"Apa sih sebenarnya yang aku cari dan apa sih sebenarnya yang terpenting bagiku dalam hidup ini?" Pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya eksistensial dalam hidup, seakan mau menggiring kita pada sebuah refleksi soal sejatinya apa arti hidup kita hingga di hari ke 12 bulan Januari 2023 ini. Sebagain orang mencari bahagia, sebagian mendefinisikannya dengan kebahagiaan karena uang,sebagian lagi dengan traveling,sebagian lagi beranggapan kehabagiaan itu dengan menjadi orang terkenal. Tentu sebenarnya jika dilihat secara kasat mata semua itu terasa tak aneh dan tak ada yg salah. Namun mari kita bayangkan jika bahkan semua itu sudah terpenuhi, apa iya sesungguhnya kebahagiaan sejati yang begitu di damba dalam setiap hati manusia akan secara otomatis terpenuhi? Mari kita jujur pada diri kita sendiri.

Paulus dalam surat Galati,dengan tegas dan tanpa Tedeng aling-aling mengatakan bahwa yang terpenting dalam hidupnya bukan soal bagaimana orang lain melihat dan menilai dirinya. Tentu ini tidak bermaksud menunjukkan soal kesombongannya. Karena jika dibaca sedari awal pasal dari surat Galatia kita akan tahu betapa jengkelnya Paulus ketika mengetahui bahwa injil yang tidak jelas telah diberitakan kepada jemaat Galatia. Paulus menjelaskan maksudnya yang paling utama, yaitu hanya mencari perkenan Allah lewat teguran kerasnya kepada jemaat Galatia. Jadi dia tidak peduli pada bagaimana jemaat Galatia akan menilainya sebagai Rasul yg pemarah atau berani, ia sungguh tak peduli semua itu! Yang ia pentingkan adalah bagaimana Allah mengenal dan melihatnya selama ia menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai Rasul.

Oleh karena itu ia dengan berani menanyakan ulang kepada jemaat Galati yang telah ia ajarkan Injil Kristus. Apa yang sejatinya mereka cari? Perkenanan manusia atau Allah? Menjadi hamba Kristus adalah mencari perkenan Sang Tuan yang sejati yaitu Kristus. Tak ada agenda tersembunyi di balik semua hal yang hamba Kristus lakukan. Fokus dan tujuannya hanya bertanggung jawab pada Kristus yang memberinya hidup dan kepercayaan untuk melayani, bekerja, dan berbagi. Jadi apa dan siapa yang terpenting dalam hidup saudara? 

Doa pagi: "Ya Allah ujilah seluruh niatan,motivasi dan tujuan kami hidup,melayani,bekerja dan berbagi. Selidikilah dan didiklah kami agar selalu tau bahwa hanya DIKAULAH yang terpenting bagi kami. Amin"

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.